Terbentuknya Bulu Tangkis Indonesia

Sejarah perkembangan olahraga badminton di indonesia 1

Terbentuknya Bulu Tangkis Indonesia

Di negara indonesia badminton lebih dikenal sebagai olah raga bulu tangkis. Perkembangan bulu tangkis di indonesia terkait dengan adanya kesadaran bahwa olahraga dapat membawa nama harum bangsa indonesia di dunia. oleh maka itu mulailah di dirikan berbagai perkumpulan dijakarta. Lahir lah perkumpulan bulu tangkis pertama kali di indonesia yaitu persatuan olahraga replubik Indonesia (PORI) pada tangga 20januari 1947. PORI pertama kali berpusat di Yogyakarta, Ketua PORI adalah Tri Tjondokusuma. Pada zaman Belanda, Persatuan bulutangkis tersebut bernama BBL (Bataviasche Badminton Leaque) yang kemudian di lebur menjadi BBU (Bataviasche Badminton Unie ). BBU secara umum diikuti oleh orang-orang keturunan Tionghoa yang mempunyai kesadaran nasional tinggi. Lalu, mereka mengubah BBU menjadi Perbad (Persatuan Badminton Djakarta) yang diketuai oleh Tjoang Seng Tiang.

Bulu Tangkis pertama kali menjadi bagian dari olah raga yang di selenggarakan OLIMPIADE pada tahun 1992, Indonesia dan korea selatan sama sama memperoleh masing masing dua medali emas tahun itu. Perkembangan bulutangkis di indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan bangsa indonesia. Sejak masa sebelum revolusi disik, gerakan kemerdekaan, sampai dengan periode pembangunan masa orde baru. Beberapa orang Belanda membawa jenis cabang olahraga ini, serta pelajar pelajar indonesia yang pulang belajar dari luar negeri dengan cepat menjadikan cabang olahraga ini digemari masyarakat.

Pada tahun 1949 perbat bertukar pikiran dengan para tokoh bulu tangkis indonesia, antara lain sudirman, Liem Soei Liong, E.Sumantri, Ramli Rakin, Ang Bok Sun dan Khow Dji Hoe. Selanjutnya agar organisasi ini menjankau lebih jauh sampai seluruh indonesia. Sudirman dan teman temannya bersama kerja sama di mana setiap kota mendirikan perkumpulan bulu tangkis. Pada 5 mei 1951 barulah dapat dibentuk persatuan Bulutangkis seluruh indonesia (PBSI). Untuk selanjutnya indonesia mulai masuk secara resmi anggota di IBF pada tahun 1953, 4 tahun kemudian indonesia baru mengikuti piala Thomas Tahun 1957-1958

Pada tahun 1950, bulutangkis indonesia akhirnya menjadikan bulu tangkis menjadi permainan tingkat nasional ddan dimainkan diseluruh kota di indonesia, khususnya di sumatera,Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Setelah sempat berhenti pada masa penjajahan jepang, olahraga ini kembali dimainkan tidak lama setelah indonesia merdeka. Pertandingan antar kota pun sudah dipertandingkan walau hanya antar perkumpulan. Penyebaran Bulutangkis ditanah air, antara lain dapat dilihat dalam pekan olahraga Nasional (PON) I di surakartatahun 1948 yang diikuti hampir seluruh wilayah indonesia.

Pada sekitar tahun 40 – an, cabang ini telah merasuk di setiap pelosok masyarakat. Namun cabang olahraga ini baru menemukan bentuk organisasinya setelah tiga tahun diselenggarakan PON I di Solo 1948. Tepatnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru terbentuk disingkat PBSI di kota Bandung. Kegiatan yang semarak, pertandingan kompetisi yang teratur, dalam waktu tujuh tahun telah membuahkan hasil yang positif yakni keberhasilan merebut Thomas Cup, lambang supremasi dunia Bulutangkis. Hampir tidak masuk akal menurut pertimbangan ilmiah, bangsa yang baru saja hancur karena perang kemerdekaan, ternyata mampu meraih prestasi gemilang di dunia internasional. Keberhasilan ini tidak saja mengejutkan dari arti prestasi, tetapi juga memberikan pengaruh yang luar biasa. Keberhasilan itu sekaligus menarik perhatian masyarakat, sehingga sejak tahun 1958 itu, PBSI tidak lagi bekerja seorang diri. Tidak saja hasil di Thomas Cup, sejak saat itu para pemain Indonesia mampu menunjukkan prestasinya di pelbagai turnamen internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup dan lain-lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*