Lensa Bulu Tangkis

Teknik Smash dalam Permainan Bulu Tangkis

Dalam permainan bulu tangkis terdapat teknik smash untuk mendapatkan score, gerakan dalam smash ini dilakukan dengan sekuat tenaga dari posisi atas dan menukik diarahkan ke posisi bawah lawan. Pukulan smash ini biasanya dilakukan untuk mematikan langkah lawan dalam mendapatkan poin.

Dalam melakuan teknik pukulan smash membutuhkan beberapa aspek kekuatan otot kaki, bahu, lengan dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak harmonis karena dalam melakukan teknik pukulan
ini yang keras dan cepat.

Teknik pukulan smash dapat dilakukan secara berdiri, diam ataupun sambil meloncat, jenis-jenis pukulan smash yang terdapat dalam permainan bulu tangkis adalah sebagai berikut : pukulan smash penuh, pukulan smah potong, pukulan smash backhand dan pukulan smash melingkar diatas kepala. Untuk setiap pemain buutangkis harus bisa menguasai semua teknik smash tersebut secara bertahap karena manfaatnya sangat berpengaruh dalam sebuah pertandingan.

Tips Melakukan Teknik Smash Yang Kuat Dan keras
Beberapa teknik yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan pukulan smash yang benar dan berkualitas dalam bulutangkis adalah :

  • posisi pegangan raket (Grip) dengan benar
  • Bergeraklah dengan cepat untuk mengambil posisi yang tepat untuk melakukan pukulan.
  • Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada shuttlecock.
  • Carilah timing/ waktu yang tepat untuk melakukan pukulan
  • Perkenaan raket dan shuttlecock berada di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau shuttlecock setinggi mungkin
  • Gunakanlah tenaga pergelangan tangan semaksimal mungkin dengan cepat pada saat memukul kok.
  • Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak Ianjut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.

Terbentuknya Bulu Tangkis Indonesia

Di negara indonesia badminton lebih dikenal sebagai olah raga bulu tangkis. Perkembangan bulu tangkis di indonesia terkait dengan adanya kesadaran bahwa olahraga dapat membawa nama harum bangsa indonesia di dunia. oleh maka itu mulailah di dirikan berbagai perkumpulan dijakarta. Lahir lah perkumpulan bulu tangkis pertama kali di indonesia yaitu persatuan olahraga replubik Indonesia (PORI) pada tangga 20januari 1947. PORI pertama kali berpusat di Yogyakarta, Ketua PORI adalah Tri Tjondokusuma. Pada zaman Belanda, Persatuan bulutangkis tersebut bernama BBL (Bataviasche Badminton Leaque) yang kemudian di lebur menjadi BBU (Bataviasche Badminton Unie ). BBU secara umum diikuti oleh orang-orang keturunan Tionghoa yang mempunyai kesadaran nasional tinggi. Lalu, mereka mengubah BBU menjadi Perbad (Persatuan Badminton Djakarta) yang diketuai oleh Tjoang Seng Tiang.

Bulu Tangkis pertama kali menjadi bagian dari olah raga yang di selenggarakan OLIMPIADE pada tahun 1992, Indonesia dan korea selatan sama sama memperoleh masing masing dua medali emas tahun itu. Perkembangan bulutangkis di indonesia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan bangsa indonesia. Sejak masa sebelum revolusi disik, gerakan kemerdekaan, sampai dengan periode pembangunan masa orde baru. Beberapa orang Belanda membawa jenis cabang olahraga ini, serta pelajar pelajar indonesia yang pulang belajar dari luar negeri dengan cepat menjadikan cabang olahraga ini digemari masyarakat.

Pada tahun 1949 perbat bertukar pikiran dengan para tokoh bulu tangkis indonesia, antara lain sudirman, Liem Soei Liong, E.Sumantri, Ramli Rakin, Ang Bok Sun dan Khow Dji Hoe. Selanjutnya agar organisasi ini menjankau lebih jauh sampai seluruh indonesia. Sudirman dan teman temannya bersama kerja sama di mana setiap kota mendirikan perkumpulan bulu tangkis. Pada 5 mei 1951 barulah dapat dibentuk persatuan Bulutangkis seluruh indonesia (PBSI). Untuk selanjutnya indonesia mulai masuk secara resmi anggota di IBF pada tahun 1953, 4 tahun kemudian indonesia baru mengikuti piala Thomas Tahun 1957-1958

Pada tahun 1950, bulutangkis indonesia akhirnya menjadikan bulu tangkis menjadi permainan tingkat nasional ddan dimainkan diseluruh kota di indonesia, khususnya di sumatera,Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Setelah sempat berhenti pada masa penjajahan jepang, olahraga ini kembali dimainkan tidak lama setelah indonesia merdeka. Pertandingan antar kota pun sudah dipertandingkan walau hanya antar perkumpulan. Penyebaran Bulutangkis ditanah air, antara lain dapat dilihat dalam pekan olahraga Nasional (PON) I di surakartatahun 1948 yang diikuti hampir seluruh wilayah indonesia.

Pada sekitar tahun 40 – an, cabang ini telah merasuk di setiap pelosok masyarakat. Namun cabang olahraga ini baru menemukan bentuk organisasinya setelah tiga tahun diselenggarakan PON I di Solo 1948. Tepatnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru terbentuk disingkat PBSI di kota Bandung. Kegiatan yang semarak, pertandingan kompetisi yang teratur, dalam waktu tujuh tahun telah membuahkan hasil yang positif yakni keberhasilan merebut Thomas Cup, lambang supremasi dunia Bulutangkis. Hampir tidak masuk akal menurut pertimbangan ilmiah, bangsa yang baru saja hancur karena perang kemerdekaan, ternyata mampu meraih prestasi gemilang di dunia internasional. Keberhasilan ini tidak saja mengejutkan dari arti prestasi, tetapi juga memberikan pengaruh yang luar biasa. Keberhasilan itu sekaligus menarik perhatian masyarakat, sehingga sejak tahun 1958 itu, PBSI tidak lagi bekerja seorang diri. Tidak saja hasil di Thomas Cup, sejak saat itu para pemain Indonesia mampu menunjukkan prestasinya di pelbagai turnamen internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup dan lain-lainnya.

Prestasi Bulu Tangkis indonesia menurun, Tapi Masih Diseganin

Prestasi indonesia saat ini bisa di bilang sangat meredup dalam beberapa tahun belakangan ini. Tak dapat dipungkiri indonesia saat ini hanya mengandal kan beberapa pemain dalam kejuaran terbesar. sebut saja ganda campuran yakni pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda Putra yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sedangkan dalam Tunggal putri dan Tunggal Putra kita, sampai saat ini belum menunjukan prestasi yang luar biasa setelah di tinggalkan Taufik Hidayat. Untuk ganda Putri masih bisa memberikan kejutan untuk setiap Kejuaraan., seperti pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang menyumbangkan medali emas di ajang Asian Games 2014 di Incheon.

Bukan berarti di sektor lain kita tidak punya peluang meraih medali. Tapi kans di dua sektor itu lebih besar. Itu mungkin akan menjadi yang terakhir bagi Ahsan/Hendra dan Liliyana Natsir. Tetapi saya optimis mereka dapat menyumbangkan medali

Dalam ajang Olimpiade rio di brazil kita lihat saja, banyak pemain andalan kita yang tumbang, dan akhirnya Ganda campuran andalan tanah air yang mampu menyabet emas dengan mengalahkan pasagan malaysia. sedangkan ganda putra andalan harus terhenti dibabak semifinal. Hal ini lah yang harus banyak dibenahi oleh PBSI dalam pelatnas dan pendidikan dini.

Namun meskipun bulu tangkis indonesia menurun, Negara negara asia, europa dan lainnya masih menyeganin bulu tangkis kita. Dimana Bulu tangkis tanah air masih kuat dan stabil. Kita hanya masih kekurangan dikalagan Putri dan Tunggal Putra Kita.

Semoga Bulu tangkis indonesia semakin meninggkat seperti dulu dan salam sukses untuk semua pecinta olahraga bulu tangkis.